Indonesia: Negara yang Seharusnya Tidak Ada, Namun Menjadi Surga yang Tak Tertahankan
Indonesia, dengan 17.000 pulau tersebar di khatulistiwa, berdiri di atas salah satu zona tabrakan tektonik paling ganas di Bumi "Ring of Fire". Menurut data geologi, negara ini memiliki sekitar 130 gunung berapi aktif, lebih banyak daripada negara lain, dan sering diguncang gempa serta tsunami.
Secara logika alam, ini seharusnya menjadi wilayah yang hancur dan tak layak huni. Namun, justru sebaliknya: Indonesia adalah paradise yang memukau, dengan keindahan yang lahir dari kekacauan geologi itu sendiri.
Pendapat saya, Indonesia adalah bukti hidup bahwa manusia dan alam bisa berdamai dengan bahaya—bahkan mengubahnya menjadi sumber kehidupan dan daya tarik.
Dari gunung berapi yang menyuburkan tanah hingga terumbu karang yang dilindungi oleh isolasi alam, negara ini mengajarkan resiliensi. Di era 2025, ketika pariwisata Indonesia mencatat rekor dengan proyeksi 14-16 juta kunjungan internasional, kita melihat bagaimana "ancaman" geologi justru menjadi magnet adventure tourism global.
Pulau-pulau Indonesia adalah puncak gunung yang tenggelam saat es mencair ribuan tahun lalu. Ring of Fire membentuknya melalui subduksi lempeng tektonik, menghasilkan gunung berapi seperti Tambora (erupsi 1815 menyebabkan "tahun tanpa musim panas" global) dan Toba (supererupsi 74.000 tahun lalu nyaris memusnahkan manusia). Kawah Ijen menampilkan api biru unik dari gas sulfur yang terbakar, sementara penambang sulfur bertahan di lingkungan beracun untuk mencari nafkah.
Dari kekacauan ini lahirlah keajaiban berupa tanah vulkanik yang subur menghasilkan sawah terasering Bali dengan sistem Subak (warisan UNESCO), di mana air mengalir harmonis melalui candi dan komunitas.
Manusia purba tidak lari dari bahaya mereka justru mendekat. Borobudur (abad ke-9, candi Buddha terbesar dunia) dan Prambanan dibangun di lereng gunung berapi aktif seperti Merapi.
Biodiversitas pun meledak: Komodo dragon di pulau isolasi, orangutan di hutan Sumatra-Borneo, dan Raja Ampat dengan terumbu karang terkaya di dunia, dilindungi oleh jarak dan ombak ganas.
Tragedi seperti tsunami 2004 (menewaskan >170.000 di Aceh saja) menguji ketangguhan ini, tapi Indonesia bangkit—pariwisata malah meledak, dengan wisatawan datang melihat "sea of sand" Bromo atau mendaki kawah aktif.
Indonesia bukan hanya destinasi—ia adalah pelajaran hidup. Di tengah ancaman perubahan iklim yang memperburuk erupsi dan banjir, negara ini mengubah bahaya menjadi keindahan berkelanjutan. Kunjungilah, tapi dengan hormat: Dukung eco-tourism, hormati tradisi, dan sadari bahwa setiap sunrise di sini adalah pinjaman dari alam yang ganas namun murah hati. Indonesia membuktikan: Yang seharusnya menghancurkan, justru menciptakan yang abadi.
Oleh : World Tour
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.
Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri